Minggu, 20 Februari 2011

hati-hati dengan perkataanmu.....

Suatu hari, Nana yang berumur tiga tahun meminta uang pada mamanya. "Ma, bagi uangnya dong..." Tanpa menengok kepada sang anak, sang mama langsung menjawab :"Tidak ada".
simple,tanpa basa-basi, dan tanpa pertanyaan lebih lanjut.
Nana diam saja, karena dia tahu kalau mamanya sudah bilang tidak ada, biar nangis sampai "seember" juga kagak bakalan dikasih.
Tidak lama kemudian, terdengar suara : "yur..... sayur...sang mama buru-buru keluar rumah dan membeli beberapa belanjaan seperti ikan dan sayur.Nana melihat, sang mama mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar belanjaan.
"Katanya ngga ada uang", guman nana dalam hati.
"Ma, kenapa sih mama selalu bilang : ngga ada uang, tapi kalau untuk belanja selalu ada uang?"itu namanya kan boong....katanya ngga boleh boong,tapi mama boong terus.kemeren mama bilang ngga ada uang,tapi pas mang ujo (tukang di rumah) minta uang, mama selalu kasih."
aku terdiam dan sadar kalau sudah salah."mama minta maaf ya sayang, mama bukannya boong,tapi mama ngga mau kasih kamu uang kalau untuk jajan,karna uangnya kan buat keperluan lain."

Terkadang tanpa kita sadari,kita telah berbohong dan mengajarkan kebohongan pada anak.mungkin maksud kita tidak seperti itu, tapi , setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita, itu semua direkam, dan disimpan dalam memori anak.nana yang berumur tiga tahun,belum bisa menganalisa suatu kejadian atau setiap perkataan orang dewasa, ia hanya percaya apa yang ia dengar, apa yang ia lihat pada saat itu.ia belum bisa memahami, apakah maksud kata "tidak ada" yang diucapkan oleh mamanya.
mari berbicara yang jujur.ajarkan kejujuran pada anak supaya anak belajar kejujuran dari sejak di rumah.
Jika ingin menolak permintaannya, katakanlah sejujurnya bahwa uangnya hanya bisa dipakai untuk keperluan yang penting saat ini.nanti kalau ada lebihnya baru bisa dipakai untuk jajan, misalnya. jangan biarkan anak menjadi bingung. Di satu sisi ia diajar untuk berkata yang jujur, namun di sisi lain, ia melihat banyak ketidak-jurjuran yang diperlihatkan oleh orang-orang di sekitarnya yang telah menyuruhnya untuk berkata jujur. Berkatalah jujur karena Tuhan mengajarkannya demikian, sekalipun hanya kepada seorang anak kecil berumur  tiga, empat, lima, dst.Anda akan lihat, bahwa kejujuran itu akan tertanam di dalam diri anak dan akan membentuk pribadinya yang akan menjadi modal utamanya di dalam segala tindak-tanduknya di lingkungan.....

Tidak ada komentar: